Tutorial Excel · 5 menit baca
VLOOKUP vs XLOOKUP: Bedanya Apa dan Kapan Harus Pakai yang Mana?
Kamu lagi bikin laporan, butuh ambil data dari tabel lain berdasarkan satu kata kunci, terus browsing dan nemu dua nama rumus yang sering disebut bareng: VLOOKUP dan XLOOKUP. Bingung, sebenarnya bedanya apa, dan kalau cuma boleh pilih satu, mana yang harus dipelajari duluan?
VLOOKUP, Rumus Klasik yang Paling Sering Dipakai
VLOOKUP singkatan dari Vertical Lookup, fungsinya mencari sebuah nilai di kolom paling kiri sebuah tabel, lalu mengambil hasil dari kolom lain di baris yang sama. Misalnya kamu punya tabel data karyawan, kamu bisa cari nomor induk karyawan lalu otomatis dapat nama, divisi, atau gajinya tanpa harus scroll manual satu-satu. Rumus ini sudah ada di Excel sejak lama banget, jadi hampir semua versi Excel, dari yang jadul sampai yang terbaru, bisa pakai VLOOKUP.
Tapi VLOOKUP Punya Beberapa Batasan
- Data yang dicari wajib ada di kolom paling kiri tabel, kalau posisinya di kanan, VLOOKUP nggak bisa langsung dipakai.
- Kalau ada kolom yang disisipkan atau dihapus di tengah tabel, nomor kolom hasil bisa jadi salah dan rumus mengambil data yang keliru.
- Secara default gampang menghasilkan pencarian yang mendekati kalau kamu lupa mengatur ke pencarian yang persis.
XLOOKUP, Versi yang Lebih Fleksibel
XLOOKUP adalah fungsi pencarian yang lebih baru, tersedia di Excel 365 dan Excel 2021 ke atas. Bedanya, di XLOOKUP kamu menentukan sendiri kolom atau area mana yang jadi acuan pencarian, dan area mana yang jadi hasil, jadi datanya nggak harus berurutan seperti di VLOOKUP. Itu artinya XLOOKUP bisa mencari ke kanan maupun ke kiri, tergantung kebutuhan. XLOOKUP juga punya opsi bawaan buat menampilkan pesan sendiri kalau datanya nggak ketemu, jadi kamu nggak perlu membungkus rumus dengan IFERROR segala.
- Bisa mencari ke arah kiri maupun kanan, nggak terpaku pada posisi kolom paling kiri.
- Lebih tahan banting kalau ada kolom yang disisipkan atau dipindah, karena nggak bergantung pada nomor urut kolom.
- Ada opsi bawaan untuk menentukan pesan sendiri kalau data yang dicari tidak ditemukan.
- Secara default melakukan pencarian yang persis, jadi risiko salah ambil data lebih kecil.
Contoh Supaya Kebayang
Misalnya kamu punya tabel produk dengan kolom Kode Produk di paling kanan dan Nama Produk di kolom paling kiri. Kalau pakai VLOOKUP, kamu harus mengatur ulang posisi kolom dulu atau memakai kombinasi rumus tambahan supaya bisa mencari dari kanan ke kiri. Sementara di XLOOKUP, kamu tinggal tentukan Kode Produk sebagai acuan pencarian dan Nama Produk sebagai hasil, tanpa peduli posisi kolom keduanya di tabel.
Jadi, Sebaiknya Pakai yang Mana?
Jawaban singkatnya, tergantung siapa yang bakal pakai file kamu. Kalau file itu akan dibuka atau diedit banyak orang, termasuk yang mungkin masih pakai Excel versi lama atau non-365, VLOOKUP tetap pilihan paling aman karena kompatibel di hampir semua versi. Tapi kalau tim kamu sudah pakai Excel 365 atau 2021 ke atas, dan kamu ingin susunan rumus yang lebih ringkas serta fleksibel, XLOOKUP jelas lebih nyaman dipakai sehari-hari.
Satu hal yang perlu diingat, mempelajari VLOOKUP tetap berguna meskipun kamu nantinya lebih sering pakai XLOOKUP, karena banyak file lama di dunia kerja masih memakai rumus ini, dan kamu tetap perlu bisa membacanya kalau suatu saat harus mengedit file peninggalan orang lain.
Tips singkat: kalau ragu file bakal dibuka di komputer siapa saja, cek dulu versi Excel yang dipakai kantor atau kampusmu sebelum memilih rumus.
Memahami perbedaan VLOOKUP dan XLOOKUP ini cuma langkah awal, karena keduanya bakal lebih kerasa manfaatnya kalau langsung dipraktikkan di data asli kamu. Materi ini termasuk yang dibahas tuntas di kelas Excel Intermediate, lengkap dengan studi kasus biar makin lancar dipakai buat kerjaan sehari-hari.
Kelas Terkait: Excel Intermediate
Daripada cuma dibaca, langsung praktik bareng mentor.
Sesi pertama gratis untuk memetakan level dan kebutuhanmu, offline di Malang maupun online.
Tanya via WhatsApp