Panduan Kursus · 5 menit baca
Kursus Data Analyst untuk Pemula: Mulai dari Mana Kalau Bukan Anak IT?
Kamu scroll lowongan kerja, lihat posisi data analyst dengan gaji yang menggiurkan, terus mikir, 'kayaknya keren, tapi aku kan lulusan bukan IT, jurusanku beda jauh, mana mungkin bisa'. Terus ditutup lagi tab-nya, dan lanjut kerja seperti biasa.
Padahal kalau ditelusuri lebih jauh, banyak data analyst yang bekerja sekarang justru berangkat dari latar belakang non-IT, seperti akuntansi, manajemen, bahkan ilmu sosial. Yang membedakan bukan jurusan kuliahnya, tapi kemauan belajar tools yang tepat, dan yang lebih penting, dari mana harus memulainya.
Kenapa Excel Jadi Pintu Masuk yang Paling Masuk Akal
Banyak orang membayangkan data analyst harus langsung jago coding atau paham SQL dari nol. Padahal sebelum sampai ke situ, ada satu skill yang jauh lebih dekat dengan keseharian kamu, yaitu Excel.
- Excel mengajarkan logika dasar mengolah data, seperti menyusun tabel, menyaring data, dan meringkas angka jadi informasi
- Konsep di Excel, seperti Pivot Table dan fungsi lookup, punya kemiripan logika dengan konsep di tools data analytics yang lebih advanced
- Excel juga tools yang hampir pasti sudah kamu kenal dari kerja atau kuliah, jadi kurva belajarnya tidak terasa asing dari nol
Dengan kata lain, mahir Excel dulu bukan cuma langkah pemanasan, tapi fondasi yang bikin kamu lebih siap saat nanti belajar tools analisis data yang lebih teknis, seperti SQL atau software visualisasi data. Kamu jadi paham dulu cara berpikir seorang analis, sebelum berurusan dengan sintaks dan tools yang baru.
Lalu, Mulai Belajarnya dari Mana?
Ini yang sering bikin bingung. Belajar otodidak dari video tutorial memang bisa, tapi tanpa arah yang jelas, kamu gampang tersesat, belajar hal yang random dan tidak nyambung satu sama lain. Ujung-ujungnya, banyak waktu terbuang tanpa benar-benar merasa lebih siap kerja di bidang ini.
Kelas Pengenalan Data Analyst
Excellent Malang menyediakan kelas Pengenalan Data Analyst, yaitu kelas transisi karir yang dirancang khusus buat kamu yang mau pindah haluan ke dunia data analytics, meski latar belakangnya bukan IT. Harganya sendiri sifatnya by request atau konsultasi, karena memang disesuaikan dengan level dan kebutuhan belajar masing-masing orang, bukan harga satu ukuran untuk semua.
Konsepnya sendiri satu-satu dengan mentor, jadi kamu bisa cerita dulu di awal soal latar belakangmu, tujuan karirnya ke mana, dan sejauh mana pemahaman Excel-mu sekarang. Dari situ, mentor bisa menyusun jalur belajar yang memang relevan buat kamu, bukan kurikulum generik yang sama untuk semua orang. Kelasnya tersedia baik tatap muka langsung di Malang, maupun online lewat video call kalau kamu berada di luar kota.
Kalau kamu masih ragu apakah levelmu sudah cukup atau harus mulai dari mana, manfaatkan sesi pertama yang gratis untuk konsultasi langsung sebelum memutuskan.
Hal yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Mulai
Supaya proses belajarnya lebih terasa hasilnya, ada beberapa hal yang bisa kamu siapkan dari sekarang, bahkan sebelum ikut kelas.
- 1.Kenali dulu alasan kamu pengin jadi data analyst, apakah karena tertarik dengan angka, ingin karir yang lebih fleksibel, atau alasan lain, karena ini yang bikin kamu bertahan saat proses belajarnya terasa berat
- 2.Latih kepekaan terhadap data di sekitar kamu, misalnya coba baca laporan penjualan kantor atau data sederhana lain dan tanya diri sendiri, informasi apa yang bisa ditarik dari situ
- 3.Jangan menunggu 'siap sepenuhnya' baru mulai, karena justru banyak hal yang baru kamu pahami setelah benar-benar praktik langsung
- 4.Siapkan waktu belajar yang konsisten, meski singkat, daripada belajar lama sekali tapi jarang-jarang
- 5.Kalau memungkinkan, cari contoh pekerjaan data analyst di bidang yang kamu minati, biar kamu punya gambaran konkret skill apa saja yang perlu dikuasai duluan
Realistis soal Prosesnya
Pindah karir ke bidang baru wajar terasa menakutkan, apalagi kalau kamu merasa mulai dari nol dibanding orang lain yang sudah lebih dulu berkecimpung di data. Tapi ingat, setiap orang yang sekarang jago di bidang ini juga pernah ada di titik awal yang sama, tidak paham sama sekali. Yang membedakan adalah konsistensi belajar dan keberanian untuk mulai, meski belum sempurna.
Penting juga buat kamu punya ekspektasi yang wajar dari awal. Transisi karir biasanya berjalan bertahap, bukan instan dalam hitungan minggu. Kamu mungkin akan mulai dengan memperkuat Excel dulu, baru pelan-pelan menambah pemahaman tentang cara berpikir analitis, sebelum akhirnya lebih siap mendalami tools yang lebih teknis. Prosesnya bertahap, tapi setiap tahap itu tetap punya nilai dan bisa langsung kamu manfaatkan di pekerjaan yang sekarang, bukan cuma bekal buat masa depan.
Pindah karir ke data analyst memang bukan proses semalam, tapi juga bukan hal yang mustahil buat kamu yang bukan anak IT. Titik mulainya bisa sesederhana duduk bareng mentor, cerita soal kondisi kamu sekarang, dan menyusun langkah belajar yang masuk akal dari sana.
Kelas Terkait: Pengenalan Data Analyst
Daripada cuma dibaca, langsung praktik bareng mentor.
Sesi pertama gratis untuk memetakan level dan kebutuhanmu, offline di Malang maupun online.
Tanya via WhatsApp