Tutorial Excel · 6 menit baca
Cara Membuat Pivot Table di Excel, Dijamin Nggak Pusing Lagi
Kamu punya data penjualan ribuan baris, dari berbagai cabang dan bulan yang beda-beda, terus diminta bikin rekap total penjualan per kota per bulan buat besok pagi. Kalau kebayangnya harus bikin rumus SUMIF satu-satu buat tiap kombinasi kota dan bulan, wajar sih kalau langsung pusing duluan.
Apa Itu Pivot Table dan Kenapa Bisa Menghemat Banyak Waktu
Pivot Table adalah fitur di Excel yang bisa meringkas data mentah dalam jumlah besar jadi tabel rekap dalam hitungan detik, tanpa kamu perlu menulis satu rumus pun. Bedanya sama cara manual pakai SUMIF atau rumus gabungan lainnya, Pivot Table membiarkan kamu tinggal menyusun ulang data lewat drag and drop, dan hasilnya bisa langsung diubah-ubah susunannya kapan saja tanpa perlu menulis ulang rumus dari awal.
Langkah-Langkah Membuat Pivot Table
- 1.Siapkan data mentah dalam bentuk tabel rapi, pastikan setiap kolom punya judul yang jelas dan tidak ada baris atau kolom kosong di tengah data.
- 2.Klik salah satu sel di dalam data tersebut, lalu pilih menu Insert dan cari opsi PivotTable.
- 3.Pastikan rentang data yang terdeteksi sudah mencakup seluruh data kamu, lalu pilih apakah Pivot Table ditaruh di sheet baru atau sheet yang sama.
- 4.Setelah Pivot Table kosong muncul, kamu akan melihat daftar nama kolom di panel sebelah kanan, siap untuk diatur ke area Rows, Columns, Values, atau Filters.
- 5.Drag nama kolom yang kamu mau ke area yang sesuai, misalnya kolom Kota ke area Rows dan kolom Total Penjualan ke area Values.
Memahami Empat Area di Pivot Table
- Rows, tempat kategori yang mau ditampilkan sebagai baris, misalnya nama kota atau nama karyawan.
- Columns, tempat kategori yang mau ditampilkan sebagai kolom pembanding, misalnya bulan atau kuartal.
- Values, tempat angka yang mau dihitung, dan di sinilah kamu bisa memilih cara menghitungnya, mau dijumlah, dirata-rata, atau dihitung jumlah datanya.
- Filters, tempat kategori yang mau dipakai buat menyaring tampilan data, misalnya cuma mau melihat data dari satu tahun tertentu.
Cara Mengganti Jenis Perhitungan di Values
Secara default, Pivot Table biasanya langsung menjumlahkan angka yang kamu taruh di area Values. Tapi kalau kamu butuh rata-rata, jumlah data, nilai tertinggi, atau nilai terendah, kamu tinggal klik kanan pada angka di Pivot Table, pilih Summarize Values By, lalu pilih jenis perhitungan yang kamu mau. Jadi satu Pivot Table yang sama bisa kamu ubah-ubah fungsinya sesuai kebutuhan laporan.
Contoh Pemakaian Pivot Table di Dunia Kerja
- Rekap total penjualan per bulan per kota, cukup taruh Kota di Rows, Bulan di Columns, dan Total Penjualan di Values, hasilnya langsung kelihatan tanpa rumus tambahan.
- Menghitung total jam kerja tiap karyawan dalam sebulan, taruh Nama Karyawan di Rows dan Jam Kerja di Values dengan perhitungan Sum.
- Meringkas data hasil survei, misalnya menghitung berapa banyak responden yang memilih tiap kategori jawaban, taruh Pertanyaan di Rows dan Jumlah Responden di Values dengan perhitungan Count.
Kalau data sumbernya berubah atau nambah baris baru, klik kanan di Pivot Table lalu pilih Refresh biar rekapnya ikut update, nggak perlu bikin ulang dari nol.
Begitu terbiasa, Pivot Table bakal jadi salah satu fitur yang paling sering kamu andalkan buat bikin laporan, karena hasil rekap rapi bisa didapat dalam hitungan menit, bukan jam. Materi ini dipraktikkan langsung sampai lancar di kelas Excel Intermediate, jadi kamu bisa coba dengan data pekerjaan atau tugas kuliahmu sendiri.
Kelas Terkait: Excel Intermediate
Daripada cuma dibaca, langsung praktik bareng mentor.
Sesi pertama gratis untuk memetakan level dan kebutuhanmu, offline di Malang maupun online.
Tanya via WhatsApp